31/03/2009
SERVICE INTERRUPTION
Dear Valued Customers,
Telekom Malaysia Berhad (TM) wishes to announce that there is a disruption of its Internet services due to circuit faults on the SMW3 between Tuas, Singapore and Penang linking Malaysia to Hong Kong and APCN2 near Chongming, China connecting Malaysia to the United States. As a result, customers using the Internet services may experience slow browsing while accessing websites hosted in the U.S. and Hong Kong.
In addition, customers using other IP services such as Virtual Private Network (VPN) and other critical business applications linked to the U.S. and Hong Kong may also experience some service degradation.
To alleviate the problem, some of the links have been rerouted to alternate routes to ease the congestion.
Restoration works on the affected cables are already in progress. However, during the restoration process, traffic to Northern America and Hong Kong may experience degradation. However, traffic to other countries will not be affected. TM expects complete recovery of its services by 5 April 2009 and will make further announcements on the progress of the restoration works.
TM wishes to assure its customers that it is undertaking all necessary measures to restore communications services for its customers as soon as possible.
Customers can call TM at 100 and select “Internet Services” or e-mail us at help@tm.com.my for any Internet related problems.
Thank You.
Pihak CQ memohon maaf di atas sebarang kesulitan yang timbul... Terima kasih.

Just wanted to wish our beloved customers a very happy and safe school holiday at Cyber Quest. Hope you get to spend time with your friends and family over the holidays.

Renungkan sejenak kisah ini..
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang sakit,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian dia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,
“Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut roh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti k eda tanganmu,” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi.
“Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khuatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan roh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?”Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi.”Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. “Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat aimaanukum - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”
Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
“Ummatii, ummatii, ummatiii!” - “Umatku, umatku, umatku” Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa baarik wa sallim ‘alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Sama-sama lah kita hayati nasyid Selawat dari UNIC
Ya…Rasulullah
(*)Ya Rasulallah salamun alaik
ya rafi’assayani waddaraji
‘uthfatayya khairatal ‘alami
ya ahlaljuudi walkararami(2)
nahnujiiranum bizil harami
haramul ihsaani wal hasani
nahnu min qaumiim bihi sakanu
wabihi min khaufihim aaminu(2)
ulang*
wabiayyatil quraani ‘unu
fattaiz fiina akhal wahanu
tariful bathahaa wa ta’rifuna
was shafa wal baitu yaalafuna (2)
ulang*
walanaal ma’laa wakhii fumina
fa’laman hazaa wakun wakuni
walanaa khairal anaami abu
wa’aliyyul murtadhaa hasabu(2)
ulang*